Ikatan Bankir Indonesia,Indonesia Bankers Association,Banker,IBI,IBA,Agus Marto Wardojo,Martono Soeprapto,Avon Testri Wibowo,Promedia International
   
+


Berita


Bank Mandiri Investasikan US$2 Juta untuk Terapkan PSAK 50 dan 55
04-05-2010 14:34:15
Bank Indonesia sudah memberikan tenggat waktu terhadap perbankan nasional untuk menerapkan PSAK 50 & 55. Standar internasional ini membutuhkan waktu lama dalam implementasinya. Siapa saja pemain di bisnis ini? Tb. Rully Ferdian

Bank Central Asia (BCA) memilih solusi FinArch Financial Studio untuk patuh terhadap kebijakan International Financing Reporting Standars Indonesia atau biasa disebut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 50 & 55.

Kebijakan tersebut merupakan persyaratan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) untuk mengikuti International Accounting Standars (IAS) 32 & 39.

Perusahaan teknologi informasi (TI), Anabatic Technology, bersama FinArch akan mengimplementasikan solusi berbasis modular yang akan menangani PSAK 50 & 55 yang dimulai dengan transaksi, membuat cash flow, memperhitungkan estimasi IFRS serta melakukan posting dan multi-GAAP general ledger.

Hondojo Sutjipto, Managing Director Anabatic Technology, mengatakan, pihaknya mengembangkan solusi yang didukung world best practices untuk mendorong perusahaan, termasuk perbankan, menjadi inovatif dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, Roy Marsh, Vice President Asia Pacific FinArch menjelaskan, BCA merupakan pelanggan pertamanya. Dengan telah divalidasinya template IAS/IFRS oleh Ernst & Young pada awal 2009, BCA telah mengukuhkan posisinya dalam pasar sebagai partner IAS/IFRS.

“Kami terus mencari peluang untuk memperluas pelanggan kami di Indonesia. Bank-bank juga harus mulai merespons terhadap deadline untuk memenuhi kebijakan PSAK 50 dan 55,” ujar Roy Marsh, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Sementara itu, Bank Mandiri juga tidak mau kalah. Bank Mandiri menggandeng PT Abhimata Persada dalam mengimplementasikan standar internasional ini.

Dalam hal ini, Abhimata juga bekerja sama dengan Fernbach, perusahaan TI asal Prancis yang sudah menerapkan standar tersebut di beberapa bank internasional, seperti ICBC dan Dutchbank. Fernbach dibantu oleh PWC Korea karena Korea adalah negara di Asia, yang standarnya paling mendekati Indonesia.

Menurut Arnaud Picut, Managing Director APAC, perusahaan yang berafiliasi dengan Fernbach harus melalui 10 tahapan dalam penerapan sistem baru ini, yang sesuai dengan standar IFRS.

“Namun, tidak semua perusahaan dapat menjalani 10 tahap tersebut. Ada yang hanya bisa lima tahap,” ujarnya kepada infobanknews.com, belum lama ini, di Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, Fernbach memiliki sistem yang fleksibel sehingga data-data yang ada terlindung dari kerusakan. Fernbach juga hanya fokus terhadap produk risiko dan IFRS.

Picut manambahkan, implementasi di Bank Mandiri membutuhkan waktu lebih kurang enam bulan karena karyawan bank pun belum mengerti apa yang dimaksud dengan PSAK tersebut.

“Untuk itulah, konsultan seperti Dloyd diberdayakan agar arah sistem ini jelas,” ujarnya

Menurut Picut, dana yang dikeluarkan Bank Mandiri untuk sistem PSAK 50 & 55 sekitar US$2 juta. Bandingkan dengan negara lain, seperti Korea, yang harus membayar hingga US$10 juta.

“PSAK membantu bagian accounting untuk dimerger dengan bagian risiko agar dapat meminimalisasi risiko yang dapat muncul,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Abhimata Persada, Tri Adi Martionto, mengatakan, perbankan di Indonesia sama sekali tidak ada masalah dengan sistem TI untuk penerapan PSAK ini. Hanya, akan ada beberapa perubahan dari sisi aplikasinya.

Saat ini, katanya, Abhimata juga tengah memproses kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam penerapan PSAK 50 & 55.

Sumber: infobanknews.com
 










Berita Lainnya

Nilai Ekspor Indonesia pada Maret 2010 Naik 13,11%
04-05-2010 13:15:50
Bunga KUR Turun 2%
04-05-2010 12:48:49
Fit & Proper Test Bank BUMN Rampung Mei 2010
04-05-2010 10:06:22
Bank Mandiri Siap Lelang Aset Dewata Royal
03-05-2010 14:34:12
Triwulan Pertama 2010, Realisasi Investasi Rp42,1 Triliun
03-05-2010 14:10:56
» Lihat Daftar Berita Selengkapnya

 
Login Anggota
security   Masukkan username dan password untuk mengakses menu khusus
 
Nama user
Kata sandi


Majalah
 

Arsip Berita
26-02-2015 05:21:30
Bank Asing Manfaatkan Potensi yang Tidak Diambil Bank Nasional

26-02-2015 05:19:47
Ekonom: APBNP Bisa Dukung Penyaluran Kredit

25-02-2015 05:15:37
Perbanas: Perlu Aturan Soal Bank Khusus Dalam UU Perbankan

25-02-2015 05:13:23
Perbanas: Kelompok Kepentingan Mendzalimi Usulan Merger Bank BUMN

24-02-2015 14:32:45
Bank QNB Indonesia Relokasi Kantor Cabang Medan

Lihat Daftar Berita Selengkapnya  

Arsip Artikel
26-02-2015 05:34:10
BI Rate Diprediksi Tetap Sampai Akhir 2015

26-02-2015 05:32:00
BI: Meski Rupiah Melemah, Ekonomi RI Masih Cukup Baik

25-02-2015 05:28:21
Harga Beras Naik 30%, Pemerintah Dinilai Gagal Kendalikan Inflasi

Lihat Daftar Artikel Selengkapnya

Kalender Kegiatan

«

September 2015

»

M S S R K J S
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30

Kegiatan Hari Ini:
---
Kegiatan Mendatang:
---
Selengkapnya...
Organisasi
        


 
 
 

Jumlah Pengunjung
134.623

Publikasikan Rilis Produk/Jasa/Agenda Perusahaan Anda di sini
Copyright © 2009 - IBI , All Rights Reserved Powered by Promedia International